hit counter


Jumat, 05 Desember 2014

Asuransi Baru Bagi Keluarga Baru

Asuransi Baru Bagi Keluarga Baru 

Asuransi Baru Bagi Keluarga Baru
Image by : Istimewa
Sewaktu Anda dan pasangan menikah, mungkin kebutuhan akan asuransi belum terlalu mendesak. Apalagi bila Anda berdua bekerja, dan perusahaan menanggung asuransi masing-masing.
Namun begitu si kecil lahir, keadaan pasti berubah, dan hal itu pasti menuntut perubahan rencana pula. Karena penambahan – dan pengurangan – anggota keluarga, pasti memengaruhi rencana keluarga, terutama soal asuransi, khususnya asuransi jiwa.

Umumnya ada tiga tujuan kebutuhan asuransi bagi keluarga baru, yaitu:

  • Pasangan suami-istri ingin meyakinkan, apabila terjadi sesuatu kepada salah seorang dari mereka, sebutlah kematian, maka yang ditinggalkan bakal aman secara finansial. Misalnya, ada uang asuransi yang cukup untuk melunasi cicilan rumah. Jadi, bagi yang ditinggalkan, akan lebih mudah menjalankan hidup.
  • Pasangan suami-istri juga ingin agar biaya pendidikan anak mereka terjamin, bila terjadi sesuatu kepada mereka. Karena kecenderungannya, penghasilan satu orang – yang masih hidup – tidak bakal cukup menanggung biaya pendidikan anak.
  • Pasangan suami-istri menginginkan menabung lebih banyak untuk rencana pensiun mereka. Kecenderungannya, banyak pasangan khawatir telah membeli terlalu banyak asuransi, sehingga tidak ada cukup dana untuk ditabung demi masa tua.
Cara mencapai tujuan-tujuan tersebut, pasangan suami-istri harus memeriksa ulang kebijakan asuransi di perusahaan masing-masing. Apakah mereka memiliki asuransi jiwa jangka panjang, asuransi untuk penyakit kritis dan asuransi cacat? Lalu, pertanyaan berikutnya, apakah cukup?

Sebagai permulaan, sangat baik kalau ternyata asuransi perusahaan menanggung itu semua. Tetapi saat salah seorang dari suami-istri meninggal, hal itu bakal tidak cukup.

Kabar baiknya, beberapa perusahaan mengizinkan karyawan mereka menambah premi untuk mendapatkan perlindungan lebih dari standar yang ditetapkan perusahaan. Premi tersebut pun jauh lebih kecil ketimbang apabila karyawan mengambil asuransi di luar asuransi yang digunakan perusahaan tempat ia bekerja.

Nah, premi yang lebih kecil berarti ada uang yang bisa dihemat, yang bisa dialihkan untuk menabung demi masa tua atau pensiun. Dan saat salah satu orang tua meninggal, masih ada cukup dana yang bisa dipakai untuk membayar cicilan rumah dan biaya pendidikan anak.

Jadi, sangat disarankan, saat kehidupan Anda berubah, Anda melakukan peninjauan asuransi yang dimiliki. Bila Anda bisa membeli asuransi lewat perusahaan, Anda bakal bisa berhemat. Pilih jenis asuransi yang paling tepat dengan kebutuhan Anda. Bila Anda ragu-ragu dan tidak kunjung dapat membuat keputusan, itu saatnya Anda menyewa perencana keuangan independen untuk membantu.
Add to Cart More Info

Hemat Berawal dari Sini

Hemat Berawal dari Sini 

Hemat Berawal dari Sini
Image by : feminagroup
Pikiran juga bisa menuntun Anda menuju jurang kebangkrutan.

Inilah tip dari para ahli agar Anda bisa mengelabui pikiran dan sukses menghemat pengeluaran.

Pikirkan lebih jauh
Farnoosh Torabi, penulis buku Psych Yourself Rich, memaparkan beberapa pendekatan mental yang harus Anda pahami. Pertama, pikirkan secara serius alasan Anda membeli barang. Jika Anda terburu-buru, maka Anda cenderung tidak berhati-hati dan menghamburkan uang. Tekanan dalam belanja, seperti batas waktu penawaran diskon, juga akan membuat Anda terpacu untuk berbelanja. Hati-hati juga dengan infomersial yang memang dirancang untuk mengambil keuntungan dari otak kita dengan permainan kata.

Cerdas membandingkan
Ekonom Dan Arley mengatakan bahwa kita terkadang tidak pintar dalam membuat perbandingan. Mungkin kita siap mengeluarkan 3.000 dolar AS untuk mengganti kursi di mobil menjadi kursi kulit. Tetapi coba pikirkan lagi. Anda bisa membeli sofa empuk yang nyaman dengan harga sama dan dapat diduduki setiap malam untuk menonton film-film favorit Anda

Otomatiskan segalanya.
Ramit Sethi, pengelola situs Iwilletachyoutoberich.com memberikan jurus menguatkan kemauan Anda dalam menyimpan uang. Kuncinya? Buat tagihan terbayar secara otomatis untuk menghindari keterlambatan. Anda juga dapat  menyalurkan sebagian gaji Anda langsung ke akun tabungan.

Buat pikiran Anda agar merasa senang di luar kantor.
“Cari satu hal yang sangat ingin Anda lakukan,” saran Ramit, seperti membaca novel Charles Portis atau jalan kaki di taman dekat kantor selama satu jam per hari. Berikan tanda di kalendar Anda dan jadikan itu sebagai bagian dari rutinitas Anda. Dengan cara ini, Anda bisa memiliki alternatif kegiatan lain yang menyenangkan di luar berbelanja.
Add to Cart More Info

Bersiasat dengan Cicilan Utang

Bersiasat dengan Cicilan Utang 

Bersiasat dengan Cicilan Utang
Image by : Istimewa
Manusia memang tidak terlepas dari keinginan dan kebutuhan untuk memiliki sesuatu. Namun, saat keinginan dan kebutuhan tersebut tidak didukung kondisi finansial yang memadai, maka berutang atau mengambil cicilan utang adalah jalan paling lazim.

Semua orang juga pasti mahfum bahwa utang memiliki dua sisi, yaitu baik dan buruk. Sisi baiknya, apabila utang tersebut membuat seseorang menjadi produktif, misalnya utang digunakan untuk menjalankan usaha yang dapat menghasilkan laba guna membayar utang. Sisi buruk, bila ternyata seseorang berutang hanya untuk membeli hal-hal yang konsumtif, yang tidak dapat menambah aset pribadi.

Namun menurut perencana keuangan dari ZAP Finance, Prita Ghozie, dalam acara "Meet the Expert: Mendeteksi Problematika Keuangan Keluarga dan Solusinya", kerja sama Reader's Digest Indonesia dan Dell, sesungguhnya ada utang konsumtif yang dimaklumi.

Prita mencontohkan, pembelian mesin cuci dengan fasilitas cicilan 12 bulan. Alasannya, karena mesin cuci umumnya berusia panjang – sampai tiga tahun – sebelum akhirnya rusak.

Demikian pula dengan kulkas, yang boleh dicicil selama setahun saat kulkas lama Anda rusak. Alasannya, kerugian lebih besar berupa bahan makanan yang rusak bakal dialami, bila Anda menunda-nunda membeli kulkas karena tidak ada uang tunai yang cukup untuk membeli kulkas baru.

Bagaimana dengan gadget, seperti smart phone atau ponsel pintar? Menurut Prita, hal tersebut tergantung karakter Anda. Apabila Anda termasuk orang yang jarang gonta-ganti ponsel atau sulit tergiur dengan tawaran ponsel anyar, kredit ponsel selama setahun sah-sah saja.

Tetapi, kalau Anda tergolong gadget freak, alias mereka yang harus memiliki ponsel teranyar, Prita sangat tidak menyarankan mengambil utang cicilan. Hal itu karena dalam setahun, paling tidak sebuah merek mengeluarkan dua ponsel tercanggihnya. Bisa-bisa, kredit Anda belum lunas, Anda sudah menumpuk kredit baru yang tak kalah memberatkan.
Add to Cart More Info

Hindari Salah Paham, Baru Klaim

Hindari Salah Paham, Baru Klaim 

Hindari Salah Paham, Baru Klaim
Image by : Istimewa
Seringkali kita membaca di kolom surat pembaca surat kabar mengenai keluhan nasabah asuransi, yang curhat karena klaim asuransinya tidak dibayar perusahaan asuransi.

Sedemikian sering sampai mulai banyak pihak meragukan atau mengkhawatirkan kesungguhan pihak asuransi untuk benar-benar melindungi nasabahnya, seperti yang selama ini digembar-gemborkan tenaga penjual atau agen asuransi.

Menurut perusahaan asuransi, pada dasarnya mereka menolak klaim asuransi karena banyak faktor. Dan yang kerap terjadi adalah kesalahpahaman nasabah atas asuransi yang mereka ambil.

Ada empat sumber kesalahpahaman, yang dapat berujung kepada penolakan klaim:

Tidak dijamin. Polis memuat berbagai hal yang tidak dijamin atau kondisi pengecualian dari sebuah asuransi. Saat nasabah mengklaim hal yang tidak dijamin, tentu perusahaan asuransi menolak.

Tidak memenuhi kriteria. Agar klaim dapat dipenuhi, nasabah wajib tahu apa saja kriteria klaim. Misalnya, kapan sebuah rawat inap termasuk kriteria klaim? Apakah satu hari menginap sudah termasuk atau harus dua hari?

Riwayat penyakit. Sebuah polis dapat dibatalkan bila nasabah lalai – dengan alasan apa pun – menceritakan riwayat penyakit yang diderita. Misalnya, tidak mencantumkan penyakit jantung yang diidap.

Dokumen tidak lengkap. Kumpulkan seluruh dokumen yang berhubungan dengan pengajuan klaim. Tanyakan kepada tenaga pemasar atau agen asuransi soal dokumen-dokumen yang diperlukan. Anda juga bisa menghubungi customer service perusahaan asuransi untuk memperoleh informasi.
Add to Cart More Info

Berhemat Tak Perlu Tersiksa

Berhemat Tak Perlu Tersiksa  

Berhemat Tak Perlu Tersiksa
Image by : Istimewa
Kala lonjakan pengeluaran tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan, itu saatnya Anda harus melakukan penyesuaian gaya hidup menjadi lebih masuk akal.   

Terpangkasnya pengeluaran membuat kita berpikir berkali-kali setiap kali hendak membeli suatu barang. Barang kebutuhan pokok menjadi prioritas, sementara pembelanjaan yang bersifat spontan harus ditinjau ulang.

Dengan kata lain, Anda harus melakukan penghematan. Namun yang menjadi pertanyaan besar: Dapatkah saya berhemat tanpa perlu tersiksa?

Menurut Mike Rini, CFP, financial planner dari MRE Financial & Business Advisory - PT Mitra Rencana Edukasi, jawabannya bisa. Bagaimana? Simak saja cara-cara berikut ini:

Mengendalikan hasrat atau keinginan. ”Bedakan antara keinginan dan kebutuhan,” tegas Mike. ”Berbelanjalah berdasarkan kebutuhan Anda, dan perhitungkan mana kebutuhan pokok yang mutlak dan mana kebutuhan realistis yang masih bisa disesuaikan anggarannya.”

Jangan jadikan gengsi sebagai prioritas dalam berbelanja.
Keterbatasan anggaran, menurut perencana keuangan yang berkedudukan di Jakarta Selatan itu, membuat perbaikan perilaku pembelanjaan semakin penting. ”Mungkin tidak ada anggaran lagi untuk membeli pakaian, sepatu atau aksesori  bermerek, juga gonti-ganti ponsel yang hanya bertujuan sekadar menjaga gengsi,” kata Mike. ”Untuk itu, terapkanlah kiat-kiat merawat barang-barang yang sudah kita miliki agar bisa tampil rapi dan hemat biaya.”

Kurangi frekuensi bepergian ke pusat perbelanjaan. Menurut Mike, Anda harus membuat daftar kebutuhan terlebih dahulu, dan berbelanja barang yang hanya terdapat dalam daftar belanja. ”Tidak perlu selalu mengajak si kecil ikut berbelanja, dan usahakan agar langsung menuju rak atau konter yang sudah direncanakan,” saran Mike.

Perhatikan berbagai cara menghindari sakit. Tujuannya agar bisa menghindari biaya kesehatan yang mahal. Misalnya saja, Anda harus mencoba menghindari stres karena banyak penyakit yang terpicu oleh gangguan psikis. Mike menyarankan agar Anda menerapkan pola makan sehat, juga melakukan olahraga secara rutin untuk meningkatkan kebugaran tubuh tanpa bantuan suplemen.

Lakukan strategi meminimalkan beban rekening. Misalnya, beban rekening listrik, telepon dan air. ”Caranya, dengan menggunakan alat listrik berdaya rendah dan hematlah penggunaanya,” ujar Mike. ”Terapkan juga cara-cara penghematan telepon biasa dan pulsa HP, misalnya dengan membiasakan membicarakan hanya hal-hal penting di telepon, menggunakan kartu prabayar, mengurangi kegiatan chatting di internet.” Mike juga menyarankan untuk menghemat penggunaan air dengan menjadwalkan penggunaan pompa listrik, menggunakan air satu sampai dua ember untuk mencuci mobil karena selang air membuat air bersih banyak terbuang.

Rekreasi perlu, namun tidak harus mahal. Cobalah menggali hakikat rekreasi dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, melakukan kegiatan bersama keluarga di rumah. ”Intinya, pemangkasan biaya rekreasi tidak harus mengurangi makna rekreasi itu sendiri,” tegas Mike.

Menurut Mike, masih banyak sekali ide penghematan dalam rangka menyiasati kenaikan harga saat penghasilan belum bertambah. Dengan sedikit kreativitas dan kerja sama seluruh anggota keluarga, maka penghematan bisa membantu Anda menyeleseaikan masalah itu dalam jangka pendek, sambil secara pelan-pelan dalam jangka panjang Anda melakukan usaha-usaha menambah penghasilan.
Add to Cart More Info

Senin, 01 Desember 2014

Hambatan Anggaran: Mencatat Pengeluaran

Hambatan Anggaran: Mencatat Pengeluaran 

Hambatan Anggaran: Mencatat Pengeluaran
Image by : Istimewa
Ketika gaji baru masuk rekening bank, Anda biasanya secara otomatis menyalurkan dana tersebut ke sejumlah pos rutin, baik itu pos tabungan, asuransi, investasi maupun pengeluaran. Namun sudahkah Anda melakukan pencatatan yang benar dan detil tentang ke mana uang Anda pergi? Maksudnya, apakah penyaluran ke pos-pos rutin tersebut dilakukan secara spontan, atau Anda melakukan pencatatan secara saksama?

Pencatatan pengeluaran, bagi banyak orang kerap hanya terkait dengan soal masalah ingat atau lupa. Ingat atau lupa membayar tagihan listrik, air, kartu kredit, premi asuransi, dan sebagainya.

Tetapi pencatatan pengeluaran sejatinya jauh lebih penting dari itu. Karena dengan pencatatan yang baik Anda bisa dengan detil tahu kondisi keuangan keluarga saat itu juga, dan memengaruhi berbagai keputusan keuangan yang akan diambil.

Mengumpulkan struk pembelian, struk ATM, struk kartu kredit atau kartu debit, kuitansi pembayaran, bon dan sebagainya yang berfungsi sebagai penunjuk kegiatan pembayaran atau pembelian, adalah langkah bagus. Tentunya selagi Anda disiplin mencatat seluruh bukti tersebut di akhir hari.

Memiliki buku catatan kecil yang digunakan untuk mencatat pengeluaran dan penarikan uang dari ATM juga merupakan hal yang baik dilakukan. Prinsipnya, setiap kali Anda mengeluarkan uang atau kartu debit dan kredit dari dompet atau atau uang receh dari kantong Anda, saat itu pula lah buku catatan dan bolpen Anda harus ikut keluar untuk mencatat.

Tujuan dari pencatatan ini pada awalnya adalah untuk merekam habit atau kebiasaan pengeluaran Anda, serta jumlah pengeluaran. Dari situ Anda bisa melihat betapa boros gaya hidup Anda sehari-hari, dan tergerak untuk melakukan penghematan, baik secara gradual maupun drastis, tergantung kebutuhan keuangan Anda.

Orang-orang yang tidak pernah mencatat pengeluaran mereka umumnya adalah orang-orang yang sulit mengatur keuangan pribadi mereka dan keluarga. Mereka selalu mengeluh soal penghasilan yang kecil, tetapi sesungguhnya bukan itu masalah mereka. Dan selama tidak ada kesadaran untuk menciptakan sistem pencatatan pengeluaran, berapapun penghasilan yang mereka terima tidak akan terasa cukup.
Add to Cart More Info

Layanan Perbankan di Ponsel Pintar

Layanan Perbankan di Ponsel Pintar  

Layanan Perbankan di Ponsel Pintar
Image by : Istimewa
Data dari Society for Consumer Research GFK menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat pertumbuhan penjualan ponsel pintar alias smartphone tertinggi di Asia Tenggara, yaitu mencapai 70% dalam jangka waktu 12 bulan terakhir. Maka tidak heran bila hal tersebut menjadi peluang yang menggiurkan berbagai bagi pihak untuk menawarkan layanan berbasis teknologi informasi ini kepada masyarakat Indonesia.

Dari pihak perbankan, salah satu yang baru-baru ini mengambil peluang tersebut adalah PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., dengan meluncurkan aplikasi mobile banking bernama D-Mobile (Danamon Mobile Banking).

Selain dapat melakukan transaksi perbankan seperti transfer dana, informasi saldo, isi ulang pulsa, dan pembayaran tagihan, D-Mobile juga menghadirkan inovasi baru yaitu fitur SosMed D-Cash dan Augmented Reality.

Fitur SosMed D-Cash – yang pertama kali hadir di Indonesia – membuat seorang pengguna D-Mobile dapat mengirimkan dana kepada teman melalui jaringan media sosial Facebook. Setelah menerima passcode rahasia, penerima dapat mengambil dana di ATM Danamon yang memiliki tanda layanan D-Cash.

Semakin praktis karena penerima dana tidak perlu memiliki rekening Danamon atau rekening perbankan lainnya. Cukup dengan mengakses fitur Collect Money pada D-Mobile dengan memasukkan ID Facebook dan sejumlah data yang diminta seperti nomor handphone, passcode, nomor Ref ID dan nominal.

Sedangkan fitur Augmented Reality yang ditujukan untuk memanjakan nasabah dan pengguna kartu kredit Danamon yang memiliki hobi berbelanja atau wisata kuliner. Hal itu karena fitur ini akan menampilkan informasi mengenai promo-promo dari Bank Danamon yang bekerja sama dengan sejumlah toko-toko tertentu ataupun promo di restoran-restoran yang berada di radius lima kilometer dari pengguna D-Mobile.

Selain itu, fitur Augmented Reality  juga ditujukan bagi nasabah yang ingin mengetahui lokasi ATM dan cabang Danamon terdekat. Proses pencariannya adalah melalui pemindaian (scanning) dengan menggunakan kamera pada smartphone.

Menurut Djamin Nainggolan, Consumer Lending and Alternative Channel head menegaskan bahwa layanan D-Mobile merupakan salah satu langkah Bank Danamon dalam menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai untuk terciptanya less cash society.

D-Mobile dapat digunakan pada platform/OS tipe iOS, Android dan Blackberry. Aplikasi ini juga dapat diunduh secara gratis melalui Apple App Store (iPhone), Google Play Store (Android phone) dan Blackberry App World (Blackberry). Dalam segi keamanan, D-Mobile menggunakan User ID dan Password untuk dapat log-in/akses ke dalam menu transaksi dan menggunakan mPIN untuk otorisasi setiap transaksi yang dilakukan serta adanya notifikasi transaksi yang tersimpan di inbox dan juga dikirimkan ke email nasabah.
Add to Cart More Info